Nama : Miftahul Falah
Nim : 2001030096
Kelas/Prodi : 3B Ilkom
Tugas Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah
cara pandang orang terhadap diri dan
lingkungannya yang akan mempengaruhinya
dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan
bertingkah laku (konatif).
Sejarah Positivisme
- Saint Simon ( Sekitar 1825)
- Prancis Bacon yang hidup sekitar abad ke-17
- Course de Philosophie Phositive, kursus tentang filsafat positf (1838- 1842), Auguste Comte
Positivisme
- Positivisme berasal dari kata “positif”. Kata positif disini sama artinya dengan faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta-fakta.
- Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik
Gagasan Positivisme
- Positivisme adalah aliran filsafat ilmu yang didasari atas keyakinan atau asumsi-asumsi dasar :
- Ontologi : Realisme. Semesta digerakkan oleh hukum-hukum alam secara mekanis dalam hukum jika.... Maka....
- Epistemologi : Dualisme . Menggambarkan semesta apa adanya tanpa keterlibatan nilai-nilai subjektif peneliti.
- Metodologi : eksperimental. Hipotesis dirumuskan lebih awal lalu diverivikasi dibawah situasi yg terkontrol (Doni Gahral Adian, 2002 : 136)
Ciri-dri Positivisme (Doni Gahral Adian,
2002 : 68)
- Bebas Nilai : keyakinan, gagasan, emosi peneliti tidak terlibat. Peneliti Objektif
- Fenomenalisme : Peneliti mengamati gejala belaka. Bukan dibalik fenomena itu
- Nominalisme : kebenaran berdasarkan nama atau ukuran. Bukan kenyataan itu sendiri
- Reduksionisme : mereduksi kenyataan menjadi fakta-fakta yg dapat dipersepsi
- Naturalisme : semua gejalah berjalan secara alamiah tanpa campur tangan hal-hal mistis
- Mekanisme : semua gejala dapat dijelaskan secara mekanis-determinis layaknya sebuah mesin
FUNGSI POSITIVISME
- Perkembangan yang diberi konotasi sebagai kemajuan memberikan makna bahwa positivisme telah mempertebal optimisme
- Kemajuan dalam bidang fisik telah menimbulkan berbagai dalam segi kehidupan.
- Dengan adanya penekanan dari filsafat positivisme terhadap segi rasional ilmiah, maka berfungsi pula kemampuannya untuk menerangkan kenyataan, sedemikian rupa sehingga keyakinannya akan kebenaran semakin terbuka (Adi, 2012).
- Muncul pada tahun 1970/1980an
- Tokohnya adalah Karl R. Popper
- Memiliki perbedaan dengan positivisme dalam memandang realitas. Paradigma positivisme realitas yang diamati sebagaimana adanya, sedangkan post positivisme memandang adanya peran serta subjek yang menentukan ada tidaknya realitas. Oleh karena itu, kaum post-positivis mengakui realitas yang beragam
Postpositivisme adalah aliran yang ingin
memperbaiki kelemahan pada Positivisme.
Satu sisi Postpositivisme sependapat dengan
Positivisme bahwa realitas itu memang nyata ada
sesuai hukum alam. Tetapi pada sisi lain
Postpositivisme berpendapat manusia tidak
mungkin mendapatkan kebenaran dari realitas
apabila peneliti membuat jarak dengan realitas atau
tidak terlibat
secara langsung dengan realitas.
Post-Positivisme
Ontologi
Critical Realism. Realitas
memang ada dalam
kenyataan tetapi suatu hal
yg mustahil bila peneliti
dapat melihat realitas itu
secara benar
Epistemologi
Objektivisme yg
dimodifikasi.
Mendasari pada
kausalitas dan
keteraturan, namun
relasi kausal tidak
sederhana tetapi
multiplisitas faktor
Aksiologi
- Tidak bebas nilai.
- Hubungan antara peneliti dan objek yg diteliti tidak bisa dipisahkan.
- Peneliti dapat melihat kebenaran apabila berinteraksi dengan objek yg ditelit
Proses dari positivisme ke post-positivisme melalui
kritikan dari tiga hal
yaitu :
- Observasi sebagai unsur utama metode penelitian,
- Hubungan yang kaku antara teori dan bukti. Pengamat memiliki sudut pandang yang berbedadan teori harus mengalah pada perbedaan waktu,
- Tradisi keilmuan yang terus berkembang dan dinamis (Salim, 2001).
Ontology
positivisme bersifat nyata, artinya realita itu mempunyai
keberadaan sendiri dan diatur oleh hukum-hukum alam dan mekanisme yang bersifat
tetap.
Post-positivisme Realis kritis – artinya realitas itu memang ada, tetapi tidak akan
pernah dapat dipahami sepenuhnya.
Positivisme merupakan Aliran pemikiran yang membatasi pikiran pada segala hal yang
dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara
istilah-istilah. Dalam perkembangannya ada tiga positivisme, yaitu positivisme sosial,
positivisme evolusioner dan positivisme kritis.
Post-positivisme merupakan perbaikan positivisme. Secara ontologis aliran postpositivisme bersifat critical realism artinya realitas itu memang ada, tetapi tidak akan
pernah dapat dipahami sepenuhnya artinya.post positivisme bergantung pada konteks
value, kultur, tradisi, kebiasaan, keyakinan, natural dan lebih manusiawi. Indikator yang
membedakan antara Paradigma positivisme dan postpositivism adalah post positivisme
lebih mempercayai proses verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui
berbagai macam metode
Tidak ada komentar:
Posting Komentar