Nama : Miftahul Falah
Nim : 2001030096
Kelas/Prodi : 3B Ilkom
Tugas Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi
Postmodernisme merupakan cabang dari aliran ilmu filsafat yang mana berisi
tentang pemikiran baru yang mengabaikan pemahaman-pemahaman dari aliran
filsafat sebelumnya yang masih berupa imajiner dan realitis sekaligus berisikan
tentang permasalahan dari modernisme sebelum paham postmodernisme ini lahir
yang mana telah mengalami kegagalan dalam mengembangkan kemajuan
pengetahuan dan sosial manusia. Jean-Francois Lyotard adalah orang yang
memperkenalkan postmodernisme dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan di
tahun 1970-an dalam bukunya yang berjudul “The Postmodern Condition: A
Report on Knowledge”. Dia mengartikan postmodernisme sebagai segala kritik
atas pengetahuan universal, atas tradisi metafisik, fondasionalisme maupun atas
modernisme (Maksum, 2014: 305-306).
Lahirnya Postmodernisme
Kata modernisme mengandung makna serba maju, gemerlap, dan progresif. Modernisme
selalu menjanjikan pada kita untuk membawa pada perubahan ke dunia yang lebih baik mapan
di mana semua kebutuhan akan dapat terpenuhi. Demikian modernisme memiliki sisi gelap
yang menyebabkan kehidupan manusia kehilangan diorientasi.
Namun yang dilakukan oleh Max Horkheimer, Ardono, dan Herbert Marcuse bahwa
pencerahan tersebut melahirkan sebuah penindasan dan dominasi disamping juga melahirkan
kemajuan. Modernisme, menurut Anthony Giddens, menimbulkan berkembangbiaknya petaka
bagi umat manusia.
Atas latar belakang itulah, para tokoh dan pemikir postmodernisme menghadirkan sebuah
gagasan baru yang disebut dengan postmodernisme dalam rangka melakukan dekonstruksi
paradigma terhadap berbagai bidang keilmuan, sebagai sebuah upaya untuk mengoreksi atau
membuat dan bahkan menemukan paradigma yang baru. Postmodernisme seperti yang
dikatakan oleh Derrida dan Lyotard, merupakan anti tesis dari modernisme. Hampir semua
istilah yang diajukan oleh postmodernisme adalah antonimasi modernisme. Kelahiran
postmodernisme membuat istilah baru dan mengakibatkan perbedaan dengan paham
modernisme.
Pertama, Jean-Francois Lytoard, merupakan salah satu filsuf
postmodernisme yang paling terkenal sekaligus paling penting di antara
filsuf-filsuf postmodernisme yang lainnya.
Kedua, Michel Foucault, adalah seorang tokoh postmodernisme yang
menolak keuniversalan pengetahuan.
Ketiga, Jacques Derrida. Membahas filsuf yang satu ini tidak akan lepas dari
buah pikirannya tentang dekonstruksi.
Keempat, Jean Baudrillard; pemikirannya memusatkan perhatian kepada
kultur, yang dilihatnya mengalami revolusi besar-besaran dan merupakan
bencana besar.
Kelima, Fedrick Jameson. Ia merupakan salah satu kritikus literatur
berhaluan marxis paling terkemuka.
Ciri-Ciri Pemikiran Postmodernisme
- Dekonstruktifisme Hampir semua bangunan atau konstruksi dasar keilmuan yang telah mapan dalam era modern, baik dalam bidang sosiologi, psikologi, antropologi, sejarah, bahkan juga dalam ilmu-ilmu kealaman yang selama ini dianggap baku atau yang biasa disebut dengan grand theory ternyata dipertanyakan ulang oleh alur pemikiran Postmodernisme atau yakni upaya mempertanyakan ulang teori-teori yang sudah mapan yang telah dibangun oleh pola pikir modernisme, untuk kemudian dicari dan disusun teori yang lebih relevan dalam memahami kenyataan masyarakat, realitas keberagamaan, dan realitas alam yang berkembang saat ini.
- Relativisme Thomas S. Kuhn adalah salah seorang pemikir yang men-dobrak keyakinan para ilmuan yang bersifat positivistik. alur pemikiran ini yaitu bahwa wilayah budaya, bahasa, cara berpikir dan agama sangat ditentukan oleh tata nilai dan adat kebiasaan masing-masing. Para pemikir Postmodernisme menganggap bahwa segala sesuatu itu sifatnya relative dan tidak boleh absolut, karna harus mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada
- Pluralisme Akumulasi dari ciri pemikiran Postmodernisme yaitu pluralisme. Era pluralisme sebenarnya sudah diketahui oleh banyak bangsa sejak dahulu kala, namun gambaran era pluralisme saat itu belum dipahami sepeti era sekarang. Hasil teknologi modern dalam bidang transportasi dan komunikasi menjadikan era pluralisme budaya dan agama telah semakin dihayati dan dipahami oleh banyak orang dimanapun mereka berada.
Kelebihan Dan Kelemahan Postmodernisme
Kelebihan Postmodernisme yaitu :
- pengingkaran atas semua jenis ideology. Konsep berfilsafat dalam era postmodernisme adalah hasil penggabungan dari berbagai jenis fondasi pemikiran. Mereka tidak mau terkungkung dan terjebak dalam satu bentuk fondasi pemikiran filsafat tertentu.
- menggantikan peran cerita-cerita besar menuju cerita-cerita kecil, dimana aliran modernism dianggap bergantung dan terpaku pada grand narrative dari kemapanan filsafat yang hanya mengandalkan akal, dialektika roh, emansipasi subjek yang rasional, dan sebagainya.
- postmodernisme tidak memiliki asas-asas yang jelas (universal dan permanen). Bagaimana mungkin akal sehat manusia dapat menerima sesuatu yang tidak jelas asas dan landasannya? Jika jawaban mereka positif, jelas sekali hal itu bertentangan dengan pernyataan mereka sendiri, sebagaimana postmodernisme selalu menekankan untuk mengingkari bahkan menentang hal-hal yang bersifat universal dan permanen.
- segala pemikiran yang hendak merevisi modernisme, tidak dengan menolak modernisme itu secara total, melainkan dengan memperbaharui premis-premis modern di sana-sini saja. Ini dimaksudkan lebih merupakan "kritik imanen" terhadap modernisme dalam rangka mengatasi berbagai konsekuensi negatifnya.
Teori – Teori Sosial Postmodern
Beberapa teori sosial postmodernisme antara lain :
- Teori Sosial Postmodern Moderat. Teori ini yang menyatakan bahwa ada keterputusan antara modernisme dengan postmodernisme.
- Teori Sosial Postmodern Ekstrem Teori ini menyatakan bahwa masyarakat modern telah digantikan oleh masyarakat postmodern. Menurutnya objek konsumsi merupakan “sesuatu yang diorganisir oleh tatanan produksi” atau “perluasan kekuatan produktif yang diorganisir”
- Posisi Teoritis Teori ini bepandangan bahwa perbedaan pandangan antara modernisme dan postmodernisme bukan lagi dijadikan sebuah perdebatan, akan tetapi bagaimana keduanya bisa saling bergandengan dan saling melengkapi
Pandangan Postmodernisme Terhadap Ilmu Pengetahuan
Modernisme memandang ilmu-ilmu positif empiris atau ilmu pengetahuan mau
tidak mau menjadi standar kebenaran tertinggi. Artinya pandangan modernisme
yang objektif dan positivis. Mengakibatkan nilai moral dan religious kehilangan
wibawa. Maka timbul disorientasi moral-religius menuju suatu kekerasan,
keterasingan, dan disorientasi hidup.
Penganut postmodernisme mengakui adanya suatu pendekatan dalam ilmu
pengetahuan yaitu secara pendekatan metodologis antaralain interpretasi anti
obyektifitas dan dekonstruksi. Postmodernisme dipahami sebagai interpretasi tak
terbatas
Dengan demikian dalam pandangan postmodernisme bahwa ilmu pengetahuan
bersifat subjektif. Implikasinya adalah bahwa tidak ada apa yang dinamakan ilmu
bebas nilai. Sedangkan modernism menganggap ilmu pengetahuan yang objektif
maka bebas dari nilai.
Relevansi Postmodernisme bagi kehidupan masa kini
Jika diamati dengan seksama, banyak hal menarik dan bisa diterima dari apa yang
ditawarkan oleh pasca-modernisme. Lepas dari sah atau tidaknya keberadaan
pasca-postmodernisme, kenyataannya dia ada dan keberadaannya harus diakui. Soal
membawa manfaat atau tidaknya, kita tidak bisa menilai secara langsung dengan satu
sisi saja, karena selalu ada dua sisi yaitu apakah baik atau buruk.
Dengan melihat sisi negatif dari paham postmodernisme itu, maka apakah dengan
demikian postmodernisme harus di hapus atau dibuang. Tentu sisi positifnya tetap ada,
ia telah mengingatkan kepada kita bahwasanya dalam diri kita harus waspada
terhadap teori atau cerita atau narasi besar, jangan sampai mereka berkembang
menjadi sebuah ideologi. Jangan sampai ideologi tersebut berlindung dibalik
teori-teori besar tersebut. Tetapi kenyataannya bahwa dibalik itu semua, ia
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi. Paham
postmodernisme tetap dapat dikembangkan dan dapat dipercaya asal ia tidak
memutlakkan prinsip dia sendiri dengan menghilangkan prinsip orang lain. Karena
segala sesuatu itu perlu diteliti atau bahkan dikoreksi dan dipertanyakan apakah ia
benar berjuang demi menegakkan martabat dan kebahagiaan manusia yang lebih
benar (Maksum, 2014: 354)
Postmodernisme merupakan suatu ide baru yang menolak atau pun
yang termasuk dari pengembangan suatu ide yang telah ada tentang
teori pemikiran masa sebelumnya yaitu paham modernisme yang
mencoba untuk memberikan kritikan-kritikan terhadap modernisme
yang dianggap telah gagal dan bertanggung jawab terhadap
kehancuran martabat manusia; ia merupakan pergeseran ilmu
pengetahuan dari ide-ide modern menuju pada suatu ide yang baru
yang dibawa oleh postmodernisme itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar