Nama : Miftahul Falah
Nim : 2001030096
Kelas/Prodi : 3B Ilkom
Tugas Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi
Definisi Paradigma
Paradigma adalah cara pandang seseorang mengenai suatu pokok
permasalahan yang bersifat fundamental untuk memahami suatu ilmu
maupun keyakinan dasar yang menuntun seorang untuk bertindak dalam
kehidupan sehari-hari.
Capra(1991) dalam bukunya Tao of Physics menyatakan bahwa
paradigma adalah asumsi dasar yang membutuhkan bukti pendukung
untuk asumsi-asumsi yang ditegakkannya, dalam menggambarkan dan
mewarnai interpretasinya terhadap realita sejarah sains. Paradigma
dapat diartikan sebagai seperangkat keyakinan atau kepercayaan yang
mendasari seseorang dalam melakukan segala tindakan.
Pengertian Kritisme
Kritisisme berasal dari kata kritika yang merupakan
kata kerja dari krinein yang artinya memeriksa dengan
teliti menguji, dan membedakan. Filsafat Kant juga
dikenal sebagai “kritisisme”, yang dilawankan dengan
“dogmatisme”. Kritisisme adalah filsafat yang memulai
perjalannya dengan terlebih dahulu menyelidiki
kemampuan dan batas batas rasio. Kant adalah filosof
pertama yang mengusahakan penyelidikan ini.
Secara harafiah kata kritik berarti "pemisahan".
Filsafat Kant bermaksud membeda-bedakan antara
pengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang
tiada kepastiannya. la ingin membersihkan
pengenalan dari keterikatannya kepada segala
penampakan yang bersifat sementara.
Kritisme dan Masyarakat Jawa Modern
Sejalan dengan perkembangan kehidupan masyarakat
Jawa menuju kehidupan yang lebih modern, maka
semakin lama ternyata kesadaran kritis masyarakat
Jawa ini mulai timbul. Masyarakat mulai berani untuk
mempertanyakan apa-apa yang sesungguhnya secara
objektif dibalik kebenaran kebenaran ajaran
kebudayaan tradisionalnya. Mereka mulai bisa
menangkap pengertian-pengertian tentang ajaran
kebudayaan mereka yang telah berjalan turun-temurun
dan bisa menjelaskannya secara objektif dan rasional.
Contoh nyata adalah pencapaian pada riset dan
pengembangan jamu dan obat tradisional. Bagaimana
pendekatan kritis ilmiah dan sains modern digunakan
untuk meneliti dan mengembangkan ramuan-ramuan
yang telah ada dan diwariskan dari nenek moyang
mereka. Pendirian laboratorium dan pusat penelitian
tentang Obat tradisional berusaha mengungkapkan
secara ilmiah apaapa kandungan klinis dan biokemis
dari ramuan rempah-rempah warisan leluhur untuk
bisa dikemukakan kepada publik khasiat-khasiat
ramuan tersebut.
Kebiasaan dan Pola Kehidupan Modern Saat Ini
Contoh nyata dari berbagai pencapaian yang telah dapat diraih oleh
masyarakat Jawa modern sebagai akibat dari pola pikir kritis yang
berkembang dikalangan mereka. Salah satunya adalah dunia fashion,
batik sebagai ciri khas kebudayaan Jawa telah dieksplorasi sedemikian
rupa dan dipadukan dengan trend mode pakaianpakaian era modern ini.
Batik yang dulunya hanya dibuat dalam sehelai kain mori, hanya
diwujudkan sebagai sebuah jarik (gaun tradisional Jawa), kebaya
(pakaian wanita tradional) atau kemeja untuk laki-laki. Namun
sekarang, telah amat banyak macam-ragam pakaian baik untuk laki-laki
maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak yang terbuat dari
bahan batik.
Kritik atas rasio murni
Rasio disini berperan aktif dalam
mengelola sensasi masuk ke persepsi lalu menjadi konsepsi.
Kritik yang dianggap usaha raksasa dari Kant adalah upaya
mendamaikan rasionalisme‟ (yang beranggapan bahwa
pengetahuan (pengenalan) dicapai secara apriori, lepas dari
pengalaman) dan empirisisme (yang menekankan pada
aposteriori).
Kritik atas rasio praktis
Kant mengatakan bahwa penilaian
terhadap suatu tindakan moral itu harus didasarkan pada ukuran
otonomi individu yang melaksanakan (maksim), tanpa
mempertimbangkan konteks tindakan dan tujuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar