Nama : Miftahul Falah
Nim : 2001030096
Kelas/Prodi : 3B Ilkom
Tugas Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi
PENGERTIAN EPISTEMOLOGI
Cabang utama filsafat kedua adalah epistemologi (teori pengetahuan), berasal
daribahasa Yunani, episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan
(knowl-edge), dan logos artinya teori atau ilmu. Dengan demikian, Epistemologi
secara etimologis berarti teori pengetahuan
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode,
dan gagasan pengetahunan manusia.
Epistemologi pada dasarnya adalah cara
bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang diperoleh dan dalam prosesnya
menggunakan metode ilmiah, yaitu suatu kegiatan berdasarkan perencanaan
yang matang dan mapan, sistematik, dan logis.
Objek epistemologi adalah pengetahuan, sedangkan objek fornalnya merupakan hakikat pengetahuan.
Epistemology Theory of Knowledge) menyebutkan 8 hal penting yang berfungsi membentuk struktur
pikiran manusia :
- Mengamati (Observe)
- Menyelidiki (inquires)
- Mempercayai ( beliefs)
- Hasrat (desires)
- Maksud ( intens)
- Mengatur (organize)
- Menyesuaikan (adapts)
- Menikmati (enjoys)
Ciri-ciri pengetahuan ilmiah adalah sebagai berikut (Beerling, dkk,
1986:5-7) :
- Berlaku umum
- Memiliki pemikiran otonomi
- Memiliki dasar pembenaran
- Sistematik
- Intersubjektif
Pengetahuan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh
kebenaran. Pengetahuan dipandang dari jenis pengetahuan yang dibangun. Menurut
Soejono Soemargono (1997: 10), pengetahuan dapat dibedakan sebagai berikut :
- Pengetahuan biasa (ordinary knowledge atau common sense).
- Pengetahuan ilmiah
- Pengetahuan filsafat
- pengetahuan agama
- Pengetahuan Indrawi
- Pengetahuan Akal budi
- Pengetahuan Intuitif
- Pengetahuan Kepercayaan (pengetahuan otoratif)
Jenis Pengetahuan Epistemologi
ILMIYAH
Memperbandingkan gejal-gejala dan
menganalisisnya sebagai proses dari hasil analisis tersebut
dapat dilakukan generalisasia (memperlakukan sesuatu
pernyataan untuk kasus yang banyak dan waktu yang
berbeda).
Mengenal praduga yang dimilikinya dan usaha untuk
mencari keberlakuannya secara objektif dengan
mengumpulkan data di lapangan dengan cara yang
sistematis.
- Memperhatikan banyak faktor, karena mengetahui
bahwa gejala-gejala sosial itu saling berhubungan dan
banyak faktor yang menentukan.
Memungkinkan seseorang membuat pendugaan
atau prediksi untuk waktu yang akan dating.
NIR ILMIAH
Cenderung untuk melihat sebagai sesuatu yang
khusus dan sebagai hal yang pasti. Dengan demikian tidak
terdapat keumuman.
Terdiri dari pernyataan atau yang dalam banyak hal
bersifat pepatah dan diperkuat pemakaiannnya melalui
pengalaman yang kebetulan sesuai dengan kepercayaan
yang pertama
Memahami dan menjelaskan suatu gejala social
dengan mempergunakan hanya satu faktor penyebab.
Tidak memungkinkan prediksi atau dugaan
mengenai keberlakuan hasil berpikir tadi untuk masa yang
akan datang.
ELEMEN EPISTEMOLOGI
Dalam pencarian (epistemologi) suatu pengetahuan, terdapat 3 (tiga) elemen
filsafat
ilmu yang berperan penting yakni knower, knowing, dan knowledge.
- Knower adalah orang yang bertindak atau melakukan kegiatan knowing guna memperoleh Knowledge.
- Knowing adalah kegiatan nalar atau berpikir dari the knower untuk memperoleh Knowledge.
- Knowledge adalah reliabilitas dan soliditas dari dunia eksternal yang kita ketahui melalui sense perceptions pertaliannya dengan ingatannya (memori) dan pengenalan objek-objek yang sama sebagaimana pernah kita lihat
Dalam proses ke knowing, motif need of achievement sangat penting.
Adapun yang tidak kalah penting menyangkut sesuatu yang umum,
antara lain:
Kemampuan manusia pada umumnya.
Kecerdasan manusia pada umumnya (general intelligent atau
special intelligent).
Objek yang hendak diketahui dan dipelajar.
Materi yang hendak dipelajari (maksudnya agar materi itu tidak
terlalu asing atau sukar dan tidak pula terlalu gampang).
Materi yang diketahui juga harus menantang.
Sementara itu Fiaze menambahkan tiga cara berpikir, yakni:
1. Berpikir divergent (membuka arah baru atau kemungkinan baru).
2. Berpikir convergen (memper dalam atau menguatkan yang
sudah ada).
3. Berpikir dialogis (mencoba untuk mengerti tapi
mempertanyakan kembali tentang
yang lain untuk dimengerti dan dipelajari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar