Nama : Miftahul Falah
Nim : 2001030096
Kelas/Prodi : 3B Ilkom
Tugas Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi
Pengertian Ontologi
Ontologi dalam bahasa
Inggris “ontology”, Tokoh
pertama yang membuat
istilah ontologi adalah
Christian Wolff
(1679-1714). Istilah itu
berakar dari bahasa
Yunani, yang terdiri dari
dua kata, yaitu ontos
berarti “yang berada atau
keberadaan”, dan logos
berarti ilmu pengetahuan
atau ajaran atau juga
pemikran (Lorens
Bagus:2000).
Maka ontologi dapat diartikan sebagai
ilmu atau teori tentang wujud hakikat
yang ada pada ilmu. Menyoal tentang
wujud hakiki objek ilmu dan keilmuan
(setiap bidang ilmu dalam jurusan dan
program studi) itu apa?
Dan juga dapat diartikan bahwa
ontologi adalah pemikiran mengenai
yang ada dan keberadaannya.
Sedangkan menurut Jujun S.
Suriasumantri dalam Pengantar Ilmu
dalam Perspektif mengatakan, ontologi
membahas apa yang ingin kita ketahui,
seberapa jauh kita ingin tahu, atau
dengan perkataan lain, suatu
pengkajian mengenai teori tentang
“ada”.
Objek Material
Objek Material filsafat ilmu adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu
pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah
tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara
umum. Dalam gejala ini jelas ada tiga hal menonjol, yaitu manusia, dunia,
dan akhirat.
Objek Formal
Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan, artinya filsafat
ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu
pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara
memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia.
Problem inilah yang di bicarakan dalam landasan pengembangan ilmu
pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Objek
formal filsafat ilmu merupakan sudut pandangan yang ditujukan pada bahan
dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana
objek material itu di sorot.
Aliran-aliran Ontologi
1. Monoisme
Paham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh kenyataan itu
hanyalah satu saja, tidak mungkin dua. Haruslah satu hakikat saja sebagai
sumber asal, baik yang asal berupa materi ataupun berupa rohani. Tidak
mungkin ada hakikat masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Paham ini
kemudian terebagi ke dalam dua aliran:
Materialisme :
- Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi, bukan rohani. Aliran ini sering juga disebut dengan naturalisme.
- Idealisme diambil dari kata “Idea”, yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa. Aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh (sukma) atau sejenis dengannya, yaitu sesuatu yang tidak berbentuk dan menempati ruang.
2. Dualisme
Dualisme adalah aliran yang mencoba memadukan antara dua paham yang
saling bertentangan, yaitu materialisme dan idealisme. Menurut aliran
dualisme materi maupun ruh sama-sama merupakan hakikat. Sebuah
analogi dapat kita ambil misalnya tentang jika jiwa sedang sehat, maka
badan pun akan sehat kelihatannya. Sebaliknya jika jiwa seseorang sedang
penuh dengan duka dan kesedihan biasanya badanpun ikut sedih, terlihat
dari murungnya wajah orang tersebut.
3. Pluralisme
Paham ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan
kenyataan. Pluralisme bertolak dari keseluruhan dan mengakui bahwa
segenap macam bentuk itu semuanya nyata. Pluralisme dalam Dictonary of
Philosophy and Religion dikatakan sebagai paham yang menyatakan bahwa
kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur, lebih dari satu atau dua
entitas.
4. Nihilism
Nihilism atau nihilisme adalah sebuah keyakinan bahwa semua nilai-nilai
(value) itu tidak berarti. Lebih jelasnya, bahwa sejatinya tidak ada
makna/nilai-nilai dalam hidup ini yang berlaku bagi semua manusia.
Nihilism sering dikaitkan dengan skeptis radikal atau pesimisme ekstrim.
Tokoh yang terkenal membawa nihilisme ini adalah Friedrich Nietzsche.
5. Agnostisisme
Agnostisisme adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai
kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan
teologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak
mampu diketahui dengan cara melakukan sesuatu daya pikir manusia yang
terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk
mampu mengetahui secara definitif ilmu tentang "Yang-Mutlak";
Hubungan Ontologi dan Ilmu Komunikasi
Ontologi merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat
sesuatu yang ada. Dalam ilmu komunikasi, ontologi berperan mengkaji
hakikat komunikasi, yakni mengkaji apa yang dimaksud dengan komunikasi
melalui objek material dan objek formal.
Ontologi merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat
sesuatu yang ada. Dalam ilmu komunikasi, ontologi berperan mengkaji
hakikat komunikasi, yakni mengkaji apa yang dimaksud dengan komunikasi
melalui objek material dan objek formal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar