Definisi Filsafat KomunikasiFilsafat komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.
Filsafat Komunikasi: Pengertian, Epistemologi, Ontologi, Aksiologi
Filsafat komunikasi adalah suatu bidang studi yang menelaah pendekatan filsafat terhadap ilmu komunikasi. Studi filsafat komunikasi bisa kamu mulai dengan memelajari konsep pokok dalam disiplin filsafat, seperti epistemologi, aestetika, logika, etika, metafisika. Setelah itu, kamu bisa membahas bagaimana konsep tersebut dapat menjelaskan masalah/isu yang dihadapi praktisi komunikasi dalam profesi dan kehidupan masyarakat. Masalah yang dibahas khususnya adalah masalah yang bersangkutan dengan dilema-dilema etik.
Terdapat beberapa pendapat mengenai pendekatan filsafat dalam ilmu komunikasi. James A. Anderson (1996) menyatakan bahwa pendekatan filsafat menekankan pada teori komunikasi yang dapat mendefinisikan teori, mendiskusikan bidang studi teori komunikasi, dan mencari tahu hal yang membuat suatu teori termasuk teori komunikasi.
Filsafat komunikasi
Seperti yang sudah dibahas di atas, pendekatan filsafat menekankan kepada teori yang bersangkutan dengan ilmu komunikasi. Setiap teori yang ada di studi ilmu komunikasi melihat proses komunikasi dari berbagai sudut pandang. Sudut pandang yang berbeda dapat membantu kamu untuk melihat berbagai pemahaman dan fungsi komunikasi. Oleh karena itu, teori komunikasi memiliki orientasi multi-teoritis.
Secara umum, arti teori dalam Littlejohn & Foss (2017) adalah seperangkat konsep, penjelasan, dan prinsip yang terorganisir yang menggambarkan beberapa aspek pengalaman manusia. Pengertian teknis dari teori menurut Littlejohn adalah satu kesatuan proposisi yang koheren yang memberikan gambaran filosofis yang konsisten tentang suatu subjek. Terdapat beberapa aspek teori.
Pertama, teori adalah abstraksi, berguna sebagai buku panduan yang membantu untuk memahami, menjelaskan, menafsirkan, menilai, dan berpartisipasi terhadap kegiatan komunikasi di sekitar kita.
Kedua, teori adalah hasil konstruksi manusia. Teori adalah suatu hal yang diciptakan manusia, tidak diciptakan oleh kekuatan lain. Oleh karena itu, teori merupakan penggambaran dari berbagai cara seorang peneliti melihat lingkungan sekitarnya. Teori tidak menangkap realitas, tetapi memperlihatkan bagaimana peneliti menyusun realitas yang diamatinya. Hasil pengamatan peneliti bisa menjadi berbeda, tergantung kepada sudut pandang teoritis masing-masing peneliti.
Ketiga, teori berkaitan erat dengan perilaku. Teori, atau cara kamu berpikir, dapat membimbing cara kamu berperilaku. Sebaliknya, perilaku kamu juga dapat memandu cara berpikir kamu. Sebuah teori mengatur bagaimana seseorang memahami dunia.
Asumsi Filosofis
Asumsi filosofis merupakan titik awal penyusunan teori. Karena asumsi filosofis dapat menentukan bagaimana suatu teori dapat dimainkan, pemahaman terhadap asumsi filosofis adalah langkah pertama untuk memahami teori tersebut.
Dalam pendekatan filsafat, gejala komunikasi dipelajari dengan menggunakan asumsi filosofis ontologi, epistemologi, dan aksiologi (Effendy, 1984). Epistemologi adalah pertanyaan terhadap pengetahuan. Ontologi adalah pertanyaan tentang keberadaan. Axiologi adalah pertanyaan tentang nilai. Setiap teori, baik secara implisit maupun eksplisit, mengandung asumsi mengenai ilmu pengetahuan, keberadaan, dan nilai.
Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari pengetahuan, dan bagaimana seseorang dapat mengetahui suatu pengetahuan. Guba (1990) menjelaskan epistemologi sebagai asumsi terhadap hubungan antara peneliti dan objek penelitian. Terdapat beberapa pertanyaan terkait epistemologi dalam peneliti ilmu komunikasi.
Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan sifat keberadaan. Hubungan antara epistemologi dan ontologi adalah, pemahaman terhadap pengetahuan bergantung kepada pemahaman mengenai siapa yang mengetahui pengetahuan.
Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang berfokus kepada nilai yang dapat memandu penelitian dan implikasi nilai terhadap proses penelitian. Terdapat tiga isu aksiologis yang dianggap penting bagi peneliti ilmu komunikasi.
Sumber:
Anderson, J. A. (1996) Communication Theory: Epistemological Foundations.
Effendy, O. Uchjana. 2001. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya
Littlejohn, S.W., & Foss, K. A. (2017). Theories of Human Communication: Tenth Edition. Illinois: Waveland Press
Rakhmat, Jalaluddin, 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
💓👏👌👍👎😇😝😠😡